![]() | |
| Disampaikan dalam pengajian Ahad pagi di masjid Baitul Izzah |
Allah mengatur
manusia seluruh alam. Kalau mengatur planet berikut cosmopolitannya, sudah jelas
tampak di hadapan mata kepala kita. Tinggal hati manusia, terbuka atau
tidak. Meskipun manusia telah mempelajari alam semesta yang begitu dahsyat dan
luar biasa. Jika hati masih tertutup, dia tidak akan beriman atau mengakui
bahwa Allah yang mengaturnya. Sebaliknya, meskipun ilmu alam sedikit yang
dipelajari, tetapi hati terbuka, dia benar-benar mengimani, apalagi jika ia
menyelami samudra pengetahuan yang terbentang luas di alam raya ini, atau mempelajari sesuatu yang ada dalam
diri manusia yang disebut sel, dia akan
sungguh-sungguh beriman dan dekat dengan Allah swt. “Barang siapa yang
mengetahui dirinya, maka berarti mengetahui Tuhannya” (al-Hadits).
Tentang penciptaan manusia yang
berbeda sidik jarinya, sudah merupakan kekaguman, belum lagi tentang tes DNA
untuk mengetahui keturunan manusia. Apalagi tentang pendidikan, pemeliharaan,
punish and reward (balasan baik dan buruk) yang diberikan Allah kepada umat
manusia yang beraneka ragam tingkah lakunya sehingga mengerucut kepada “ahlul
Yamin dan ahlus Syimal”, penghuni syorga dan penghuni neraka, sungguh pendidikan
yang maha dahsyat. Hanya orang-orang mengetahui yang dapat mengambil hikmahnya.
Maka, tidak sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak
mengetahui. Sebagai refleksi apa yang diajarkan Tuhan tentang bimbingan,
tuntunan dan pendidikan menjadi pedoman dan panduan dalam menolong orang yang
dhalim dan terdhalimi.


Posting Komentar