BREAKING NEWS

Rabu, 01 April 2015

MENYAYANGI SESAMA SECARA TULUS





Kasih sayang Allah diberikan kepada semua makhluknya  yang ada di jagad raya ini tanpa kecuali. Keberadaan semua makhluk yang asalnya tiada kemudian diadakan adalah wujud kasih sayang-Nya, Lebih-lebih makhluk selain manusia, seperti : binatang, tumbuh-tumbuhan, matahari, bumi, laut, dll semuanya untuk manusia. Walhasil, kasih sayang Allah sangat luar biasa kepada manusia.
Kepada manusia pun Allah tidak pilih kasih. Semua diberi rahmat dan kasih sayang-Nya, termasuk orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang ada di jalan sesat, seperti: orang fasik, dhalim, kafir, musyrik dan munafik. Sayangnya, kemudian rahmat Allah yang diberikan kepada golongan tertentu dijustivikasi atau diklaim sebagai golongan yang lurus. Sungguh sesuatu kekeliruan besar. Tetapi memang itulah retorika iblis menggoda manusia. Mereka lalu merasa pada jalan yang benar, padahal sesat. Orang-orang kafir yang diberi rizki banyak, bukan karena kekafirannya melainkan memang itu rizki-Nya yang diberikan Allah sesuai jalur yang ditempuh tanpa ada kaitan beriman atau tidak. Ada ulama yang menafsiri sebagai istidraj (jawa: nglulu). Sebagai refleksi, manusia seharusnya juga menyayangi secara tulus kepada sesama manusia tanpa pilih kasih.

Kemudian dengan sifat Rahim ditegaskan bahwa di akhirat kelak Allah memberi rahmat dan kasih sayang hanya kepada penghuni syorga. Sementara selainya tidak. Dan akhirat adalah hari pembalasan. Syafaat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhamad saw pun hanya berkaitan dengan orang-orang selamat. Tidak ada kaitan dengan orang-orang sesat, kafir, musyrik, apalagi munafik musuh bebuyutan umat Islam. Sebagai refleksi, manusia muslim tidak boleh mendoakan atau memintakan ampun kepada Allah untuk orang-orang sesat.

Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Wisata Rohani. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates